Di tengah situasi tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai menggelar uji klinis untuk mencari terapi yang efektif melawan Ebola yang disebabkan oleh Bundibugyo ebolavirus, jenis virus yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus yang telah disetujui.
Uji klinis tersebut dimulai di Pusat Perawatan Ebola CME yang berada di zona kesehatan Rwampara, Provinsi Ituri. Wilayah itu menjadi episentrum penyebaran wabah Ebola di RD Kongo. (far)

