Mischa Indah Mariska, M.Psi., Psikolog Klinis Anak dan Remaja, menekankan bahwa bermain gim perlu dilihat secara seimbang: tidak langsung distigma, tetapi tetap perlu batas dan pendampingan. “Di era digital ini, game online merupakan salah satu bentuk hiburan yang dekat dengan kehidupan anak dan remaja. Namun, seperti halnya media digital lainnya, penggunaannya tetap memerlukan pendampingan orang dewasa disertai dengan batasan yang jelas, dan harus menyesuaikan usia anak. Yang perlu diperhatikan bukan hanya durasi, tetapi bagaimana memastikan bermain game tetap diiringi dengan tanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Marsudirini Bekasi Hubertus Nugroho Sudjatmiko, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi Garena dan Komdigi RI. “Kami mengapresiasi kolaborasi dan edukasi ini untuk mengajak siswa untuk tetap mengutamakan prestasi akademik, sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan karakter positif. Hal ini sejalan dengan semangat pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai pribadi yang berkembang secara utuh, seimbang antara kecakapan akademik, karakter, dan keterampilan abad ke-21,” ujarnya.
