IPOL.ID-Partai Golkar mengajak Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat peran sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan dengan mengurangi keterlibatan dalam politik praktis. Menurut Golkar, posisi NU sebagai kekuatan moral akan lebih strategis dalam mengawal demokrasi dan kehidupan berbangsa.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menilai NU selama ini memiliki kedekatan yang cukup kuat dengan dinamika politik. Namun, ia berharap organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu lebih berfokus pada politik kebangsaan dibanding terlibat dalam persaingan politik elektoral.
Sarmuji menjelaskan, politik praktis identik dengan perebutan kekuasaan melalui pemilu, sedangkan politik kebangsaan berorientasi pada menjaga kualitas demokrasi, mengawal jalannya pemerintahan, serta memastikan proses politik berlangsung jujur, adil, dan sesuai dengan aspirasi rakyat.
Menurutnya, NU akan semakin dihormati apabila menempatkan diri sebagai kekuatan masyarakat sipil (civil society) yang mampu memberikan masukan dan kritik konstruktif kepada pemerintah. Tradisi dialog yang santun dan penuh kebijaksanaan yang selama ini menjadi ciri khas NU dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan peran tersebut.

