Sarmuji juga menegaskan organisasi kemasyarakatan tidak perlu terlalu larut dalam menentukan siapa yang menang dalam pemilu maupun pemilihan presiden. Sebaliknya, NU diharapkan tetap menjadi penyeimbang kekuasaan sekaligus penjaga nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, memastikan Presiden Prabowo Subianto tidak akan ikut campur dalam proses pemilihan kepemimpinan pada Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, Presiden menghormati sepenuhnya kemandirian organisasi tersebut.
Gus Irfan juga mengingatkan agar Muktamar NU tidak berubah menjadi ajang persaingan layaknya kongres partai politik. Ia berharap seluruh proses berlangsung dalam suasana sejuk, penuh keikhlasan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai yang diwariskan para ulama pendiri NU.
Ia berharap Muktamar ke-35 NU menjadi momentum memperkuat persatuan, kemandirian, dan pengabdian organisasi kepada umat. Sesuai keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.(bam)

