“JFC bukan sekedar pertunjukan busana, ini adalah panggung peradaban, sebuah ruang tempat tradisi dan inovasi bertemu, tempat warisan kebudayaan diolah menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan manusia tanpa mengenal batas negara, bahasa, maupun latar belakang,” ungkap Sekjen Bambang Wibawarta.
Beliau menambahkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan latar belakang budaya terbesar di dunia. Kekayaan budaya ini memiliki makna apabila terus dihidupkan, ditafsirkan kembali, dan diwujudkan dalam karya yang memberi nilai budaya, nilai sosial, sekaligus nilai ekonomi. Hal inilah yang selama ini telah diwujudkan oleh JFC.
Atas nama Kementerian Kebudayaan, Sekjen Bambang menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara, seniman, desainer, perajin, relawan, Pemerintah Jember, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah menjadi denyut kreatifitas ini selama bertahun-tahun. “Ke depan, kita harap JFC terus berkembang menjadi ruang inovasi budaya, pusat lahirnya talenta-talenta kreatif Indonesia, sekaligus menjadi salah satu wajah diplomasi budaya indonesia di tingkat global,” jelasnya.
