Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, mengatakan pihaknya mengerahkan empat helikopter water bombing guna mempercepat proses pemadaman.
“Kami langsung mengerahkan dukungan heli karena ada beberapa spot yang tidak bisa dilakukan pemadaman lewat darat. Hari ini ada empat helikopter yang beroperasi,” kata Djohan.
Menurutnya, hingga hari kedelapan penanganan, sekitar 50 persen area yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Sementara itu, proses pembersihan di lokasi terdampak sudah mencapai sekitar 70 persen.
Djohan menjelaskan, kebakaran di TPA Jatiwaringin memiliki karakteristik yang menyerupai kebakaran lahan gambut. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menyala di bawah timbunan sampah sehingga sulit dideteksi dan dipadamkan.
Selain itu, keberadaan material seperti plastik, pecahan kaca, dan berbagai jenis limbah lainnya menjadi tantangan tersendiri karena membahayakan petugas yang bekerja di lapangan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas menerapkan metode penguraian dengan membongkar timbunan sampah menggunakan alat berat. Setelah titik api terbuka, penyiraman dilakukan baik dari darat maupun udara untuk memastikan bara api benar-benar padam.

