“Pelestarian mangrove tidak hanya memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga menciptakan sumber penghidupan baru bagi masyarakat. Karena itu, kami melibatkan kelompok tani dan warga mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pengembangan ekowisata dan produk olahan mangrove agar manfaat konservasi dapat dirasakan secara langsung,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Selain menyerap karbon alami (carbon sink), mangrove juga berfungsi melindungi kawasan pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, dan kenaikan muka air laut. Ekosistem ini juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut yang menopang aktivitas perikanan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir.
Pendekatan tersebut turut mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis mangrove, mulai dari ekowisata hingga pengembangan produk olahan, sehingga manfaat rehabilitasi tidak berhenti pada aspek lingkungan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dampak program tersebut pun telah terukur. Evaluasi terhadap Program Regenerasi Hutan Mangrove di Banyuwangi menunjukkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 84,09 persen, yang mencerminkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap kualitas pelaksanaan dan manfaat program.
