Menurut Muzakkir, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa santri memiliki kapasitas untuk bersaing dalam seleksi pendidikan tingkat nasional sekaligus membuka peluang melanjutkan studi ke perguruan tinggi bertaraf internasional.
“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus meningkatkan prestasi, memperkuat penguasaan bahasa Arab, memperdalam ilmu agama, serta bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu,” katanya.
Dayah Insan Qur’ani sebelumnya juga telah mengirimkan sejumlah alumninya untuk melanjutkan pendidikan di Maroko. Tiga alumni yang saat ini sedang menempuh studi di negara tersebut ialah Asyraf Muntazhar pada jenjang doktoral, serta M. Ihlal Fikri dan M. Fataya Al Muwahhid pada jenjang sarjana.
“Alhamdulillah, mereka juga berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Maroko. Kami berharap Rizqa dan Kayyisa dapat mengikuti jejak para seniornya serta kelak menjadi insan yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa,” ujar Ust.Muzakkir.
Selain dua santri Dayah Insan Qur’ani tersebut, berdasarkan pengumuman kemenag RI nomor B-289/DJ.I/Dt.I.III/HM.01/06/2026 tanggal 17 Juni 2026, ada tiga putra Aceh lainnya juga berhasil lolos seleksi, yakni Muhammad Musyawil, Muhammad Syukran sebagai calon penerima beasiswa utama, serta Zulfikri sebagai calon penerima beasiswa cadangan. (ahmad)

