Selaras dengan hal tersebut, Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation Edi Supriyanto mengatakan penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026
merupakan wujud komitmenberkelanjutan dalam memperkuat ekosistem pembinaan olahraga panahan Indonesia. Terlebih panahan Indonesia sudah memiliki rekam jejak prestasi membanggakan mulai dari medali perak pada Olimpiade Seoul 1988 melalui trio srikandi Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani hingga raihan lima medali emas pada SEA Games Thailand 2025 dari nomor recurve individual, beregu putra dan putri, serta
compound individual dan beregu putri.
Capaian tersebut menjadi pemantik sekaligus lecutan semangat untuk semakin menggali potensi besar atlet panahan Indonesia.
“Kami meyakini prestasi tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan. Setelah mengenal dan menekuni olahraga panahan melalui
MilkLife Archery Challenge, mereka memiliki kesempatan untuk menantang diri ke level lebih kompetitif seperti di kejurnas junior ini. Dengan pembinaan yang terstruktur dan konsisten, kami
berharap akan banyak pemanah potensial lahir yang melanjutkan tradisi prestasi Indonesia di berbagai kejuaraan internasional termasuk Olimpiade,” bilang Edi. Selain itu, penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior tahun ini diharapkan semakin memperkuat citra Kudus sebagai sport tourism city.
