Namun, bonus fantastis itu tidak sepenuhnya menjadi milik para pemain. Sebanyak 17 pemain yang berkarier di kompetisi domestik Spanyol tetap wajib membayar pajak penghasilan sesuai wilayah domisili masing-masing, dengan tarif progresif yang dapat mencapai 49,5 persen.
Pemain seperti Lamine Yamal, Pedri, Gavi, hingga Dani Olmo termasuk dalam kelompok ini. Di Madrid, tarif pajak tertinggi berada di kisaran 45 persen, sementara di wilayah Basque mencapai 49 persen dan di Katalonia berkisar antara 47 hingga 49,5 persen.
Akibatnya, bonus bersih yang diterima para pemain yang merumput di Liga Spanyol diperkirakan hanya berkisar antara 353.500 hingga 385.000 euro atau sekitar Rp7,2 miliar hingga Rp7,9 miliar per orang.
Pemerintah Spanyol juga diperkirakan memperoleh keuntungan besar dari keberhasilan tim nasionalnya. Pemasukan negara dari pajak atas bonus para pemain domestik diperkirakan mencapai sekitar 5 juta euro.
Pemain Abroad Berlaku Aturan Berbeda
Sementara itu, pemain yang berkarier di luar Spanyol, seperti Rodri, David Raya, dan Mikel Merino, tidak mengikuti skema perpajakan yang sama. Besaran pajak yang mereka bayarkan bergantung pada aturan negara tempat mereka berdomisili serta perjanjian penghindaran pajak berganda yang berlaku.
