Iriawan menegaskan bahwa kunjungan fisiknya ini adalah bentuk apresiasi nyata atas capaian impresif yang sebelumnya hanya ia baca melalui lembar laporan di meja kerjanya. Menurutnya, kinerja Pertamina di PHR Zona 4 pada pertengahan tahun 2026 menunjukkan lonjakan efisiensi dan produktivitas yang sangat membanggakan.
“Laporan kinerja yang masuk ke meja saya menunjukkan pencapaian yang luar biasa di pertengahan tahun 2026 ini. Mulai dari keberhasilan pengeboran sumur pengembangan baru lewat metode infill dan step-out, hingga keberhasilan Sumur LBK-031 di akhir Juni lalu yang mencatatkan open flow 2.068 BOPD dan 2,68 MMSCFD,” ujar Mochamad Iriawan dengan penuh apresiasi.
Tak hanya itu, Iriawan juga menyoroti potensi masif dari Sumur TLJ-261 dan GNK-113 di Lapangan Prabumulih yang menyentuh angka 4.834,8 BOPD, serta efisiensi luar biasa pada pengeboran sumur pengembangan KRG-042 di Struktur Karangan, Field Limau. Pengeboran tersebut mencatatkan hasil sementara 777 BOPD hanya dalam waktu 25 hari dari target awal 28 hari, serta realisasi biaya sebesar US$3,18 juta (76,15% dari AFE SKK Migas).
