Kepala SDN 2 Batuan, Putu Sutrisna, mengaku tidak menyangka musibah tersebut akan menimpa sekolah yang dipimpinnya. Ia menyebut sejumlah dokumen penting yang berada di ruangan terbakar tidak bisa diselamatkan.
“Jadi itu ruangan yang terbakar dan ada beberapa dokumen yang mungkin memang. Kebetulan di sana ada printer saja dan yang berharga laptop tidak di ruangan,” ujar Putu Sutrisna.
Pemerintah Kabupaten Gianyar memastikan proses penanganan pascakebakaran akan segera dilakukan. Pembersihan lokasi dan perbaikan bangunan akan dikerjakan secara gotong royong oleh dinas terkait bersama pemerintah daerah agar aktivitas sekolah dapat kembali berjalan normal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widya Utama, mengatakan kegiatan belajar mengajar untuk sementara dialihkan secara daring selama satu hari. Langkah tersebut dilakukan agar proses pembersihan area kebakaran dapat berlangsung dengan aman.
“Sekolahnya daring, belajarnya daring biar bisa dibersihkan ini biar clear dulu udah kita mulai proses pembangunannya,” kata I Gusti Bagus Adi.
