Karenanya, politisi yang akrab disapa Mbak Yuke itu meminta agar perhitungan kebutuhan anggaran dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan luas wilayah, jumlah pengaduan masyarakat, serta tingkat urgensi permasalahan di lapangan.
Selain itu, Yuke mengingatkan agar pembangunan tidak hanya difokuskan pada proyek-proyek besar di kawasan pusat kota, tetapi juga menyentuh wilayah permukiman, kawasan padat penduduk, serta lingkungan di pinggiran Jakarta yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dasar.
“Kami mengingatkan jangan sampai yang diprioritaskan hanya jalan-jalan besar atau kawasan pusat kota. Jalan lingkungan, saluran, penerangan, dan infrastruktur dasar di wilayah pinggiran juga harus menjadi perhatian karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Yuke, jajaran Dinas Bina Marga, Dinas SDA, serta Asisten Pembangunan Sekretariat Daerah telah memastikan bahwa penyusunan program dilakukan berdasarkan perencanaan dan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.
Namun demikian, Komisi D akan kembali mencermati secara lebih rinci dalam pembahasan RAPBD hingga tingkat program dan kegiatan.
