Iriawan menegaskan bahwa fasilitas harus terus dijaga agar masyarakat memperoleh pasokan energi secara aman, tepat waktu, dan berkelanjutan. Lebih jauh, mantan Penjabat Gubernur Jawa Barat ini mengingatkan bahwa target bisnis tidak akan berarti jika mengabaikan keselamatan kerja.
Ia menginstruksikan agar mitigasi risiko selalu berada di tingkat tertinggi dalam setiap pengambilan keputusan di lapangan. Menurutnya, Operational Excellence hanya dapat dibangun di atas fondasi Safety Excellence yang tidak bisa dikompromikan.
Tak luput dari perhatiannya, kesiapsiagaan Aviation Fuel Terminal (AFT) Banyuwangi di Bandara Blimbingsari juga ikut disorot. Meski frekuensi penerbangan belum sepadat bandara internasional utama, ia meminta tim AFT Banyuwangi tidak menurunkan standar kewaspadaan sedikit pun.
Menutup rangkaian peninjauan, Iriawan mengajak seluruh insan Pertamina terus menjaga integritas fasilitas dan memperkuat sinergi antar-unit. Ia optimis bahwa komitmen terhadap keselamatan kerja akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.*

