Skema serupa berlaku untuk komoditas lain seperti jagung dan hasil tangkapan nelayan. Prinsipnya sama, begitu harga di tingkat produsen anjlok, koperasi turun tangan membeli agar petani dan nelayan tidak merugi.
Namun jaringan Kopdes belum sepenuhnya beroperasi. Zulhas menyebut sebanyak 35.800 koperasi baru ditargetkan beroperasi penuh pada 31 Agustus 2026.
Pemerintah tengah menyiapkan pengelola dan mengisi gerai koperasi dengan barang subsidi serta bantuan agar bisa langsung jalan begitu jaringan lengkap. (far)
