“Warga menaruh harapan besar terhadap realisasi program-program tersebut,” katanya.
Selain itu, Ali Muhammad Johan juga menyoroti persoalan koordinasi antara Dinas Bina Marga dengan instansi lain, khususnya perusahaan utilitas.
Dia menilai pekerjaan perbaikan jalan sering kali tidak sinkron dengan rencana pemasangan jaringan utilitas.
“Jalan yang baru selesai diaspal, masyarakat baru menikmati, tidak lama kemudian dibongkar lagi untuk kebutuhan PLN, PAM, dan lainnya. Ini yang menjadi pertanyaan, apakah selama ini tidak ada koordinasi antarinstansi?” katanya.
Menurutnya, jika memang terdapat rencana pekerjaan utilitas, seharusnya perbaikan jalan ditunda hingga seluruh pekerjaan bawah tanah selesai. Dengan begitu, anggaran pembangunan tidak terbuang sia-sia dan masyarakat tidak kembali dirugikan.
Lebih lanjut, Ali M Johan juga menilai kualitas jalan setelah dilakukan pembongkaran sering kali tidak sebaik kondisi sebelumnya. Hal itu, kata dia, menjadi salah satu keluhan yang paling sering disampaikan warga saat dirinya turun ke lapangan.
