Mengingat, sambung dia pengalaman pada tahun-tahun politik sebelumnya tidak terulang, ketika sejumlah usulan masyarakat sulit direalisasikan dengan berbagai alasan, mulai dari keterbatasan anggaran hingga kenaikan harga material.
Neneng bahkan menyinggung adanya kecenderungan SKPD enggan mengerjakan aspirasi dewan saat memasuki tahun politik karena khawatir dianggap menguntungkan anggota DPRD.
“Jangan sampai nanti masuk 2028, Kasudin dan Kadis tidak mau mengerjakan usulan masyarakat dengan alasan takut dianggap bagian dari kampanye anggota dewan. Pola seperti itu jangan sampai terulang,” tegasnya.
Anggota DPRD DKI 4 periode itu berharap seluruh aspirasi hasil reses anggota DPRD dapat diselesaikan sebelum memasuki masa politik, sehingga masyarakat tidak menjadi korban tarik-menarik kepentingan.
Selain itu, anggota DPRD yang terpilih dari dapil 2 Jakut itu juga mendorong Pemprov DKI meningkatkan porsi belanja modal dalam APBD.
Menurutnya, anggaran pembangunan harus diperbesar agar mampu menjawab berbagai kebutuhan infrastruktur dasar di lingkungan permukiman.
