Selain itu, Menkeu menjelaskan bahwa penempatan dana negara di perbankan juga dilakukan ketika aktivitas ekonomi melambat pada Mei dan Juni tahun ini. Peningkatan likuiditas penyaluran kredit diharapkan dapat memperluas ruang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit sehingga menggerakkan aktivitas ekonomi dan menopang pertumbuhan.
“Jadi saya taruh di perbankan Rp400 triliun, itu akan memperkuat kondisi likuiditas perbankan sehingga mereka bisa memberikan kredit dan ekonominya bisa tumbuh lagi.” jelas Menkeu.
Ke depan, Menkeu mengatakan pemerintah tidak hanya akan mengandalkan belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengoptimalkan manajemen kas agar likuiditas di sistem keuangan tetap terjaga dan aktivitas ekonomi terus bergerak.
“Jadi fiskal kedepan bukan hanya belanja pemerintah aja. Anda nanti bisa mempengaruhi ekonomi secara langsung dengan cash management yang lebih baik,” pungkas Menkeu. (ahmad)

