“Sudah dicek Gegana dan Densus 88. Hasilnya nihil, tetapi penyisiran masih terus dilakukan,” jelasnya.
Sebagai langkah pengamanan, pihak sekolah memutuskan memulangkan para siswa lebih awal. Sementara itu, polisi kini tengah memburu pelaku penyebar ancaman bom dengan menelusuri nomor telepon yang digunakan untuk mengirim pesan WhatsApp tersebut. (Vinolla)
