Komut Mochamad Iriawan, menekankan bahwa LPG bukan sekedar komoditas komersial, melainkan penyambung kehidupan dan penggerak roda ekonomi masyarakat. Setiap kilogram gas yang didistribusikan mempunyai dampak langsung terhadap keberlangsungan dapur rumah tangga hingga sektor usaha.
“LPG memastikan dapur-dapur rumah tangga para ibu terus mengepul, UMKM terus berproduksi menggerakkan ekonomi lokal, dan industri nasional memiliki kepastian pasokan energi. Tanpa kerja keras di sini, denyut aktivitas ribuan masyarakat bisa terhenti,” ujar Iriawan di hadapan manajemen.
Dalam arahan strateginya, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menekankan tiga poin utama yang wajib dijalankan, dimulai dari penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) tanpa kompromi. Ia meminta seluruh pekerja mematuhi prosedur keselamatan kerja yang ketat serta berani menerapkan Stop Work Authority (SWA) seperti arahan Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri beberapa waktu lalu jika menemukan potensi bahaya.
