“Kami juga menjalankan proyek percontohan (pilot project) pengelolaan sampah bekerja sama dengan LAPI ITB di Pasar Induk Kramat Jati. Tadi kami menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT FBR untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih optimal,” tukasnya.
Menurut Topik, keberadaan tong sampah pilah dinilai dapat mengubah kebiasaan masyarakat untuk melakukan program pilah.
Dia yakin, pasar tradisional yang dikelola oleh pihaknya dapat bertransformasi menjadi modern dan ramah lingkungan.
“Untuk memastikan program berjalan efektif, kami telah membentuk 58 personel Satgas GEBER. Mereka bertugas mengawasi pelaksanaan program sekaligus memberikan edukasi kepada pedagang dan pengunjung mengenai pentingnya pemilahan sampah,” ujarnya.
Topik mengajak seluruh pedagang, pengunjung, dan seluruh elemen pasar untuk berkolaborasi menyukseskan Gerakan Bersama Bersih Pasar.
“Ini demi mewujudkan lingkungan pasar lebih bersih dan mendukung Jakarta jadi kota global berkelanjutan,” tutupnya. (Joesvicar Iqbal)

