“Aku ndredeg (deg-degan atau gemetar). Bola-bola spin dan drop shotku jadi error. Spinnya kurang bagus. Drop shotnya terlalu ke pinggir. Akhirnya kesusul dan malah kalah 5-7,” ujar Narendra, pelajar SMP Al-Azhar 14 Tembalang.
Beruntung, Narendra bisa bangkit di set pamungkas. Melihat lawan bermain energik, ia pun tak mau kalah panas dalam laga yang berlangsung di lereng Gunung Ungaran. Setiap menorehkan poin, ia lakukan selebrasi. Di match point pertama, kemenangan dalam genggaman setelah return Iffat jatuh ke luar baseline.
“Set terakhir, aku enggak takut-takut. Main berani dan kuarahin ke backhand-nya,” ujar Narendra, pengidola petenis asal Serbia, Novak Djokovic.
Bermain Tenis di Kaki Gunung Ungaran
Sebagai warga Semarang, Narendra pun mengaku senang bisa kembali bertanding di Ambarawa. Sudah empat tahun lamanya ia tak melakoni turnamen di sekitar kawasan wisata Bandungan. Karena itu, ia bertekad untuk mencapai babak final dalam kejuaraan tenis junior nasional resmi PP Pelti (TDP) ini. (bam)

