“Bagi peserta didik yang baru memasuki jenjang sekolah dasar, hari pertama sekolah merupakan pengalaman yang sangat menentukan. Karena itu, kehadiran dan pendampingan orang tua menjadi bagian penting dalam membangun rasa aman, percaya diri, dan semangat belajar anak,” ungkapnya.
Ia turut mengapresiasi peluncuran Gerakan Rukun Sama Teman oleh Kemendikdasmen sebagai upaya membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendekatan teman sebaya dapat menjadi strategi efektif mencegah perundungan apabila didukung oleh guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah.
Lebih lanjut, Kurniasih menegaskan bahwa pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, tetapi harus diwujudkan sebagai budaya yang diterapkan dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
“Seluruh warga sekolah memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan bebas dari kekerasan. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua perlu membangun komunikasi dan pengawasan yang berkelanjutan,” tegasnya.
