Terungkap, sebelum mengakhiri hidup, korban sedang mengalami permasalahan dengan istrinya. Kemudian, seiring persoalan tersebut, korban yang diketahui petinggi sebuah perusahaan itu berupaya memperbaiki hubungannya dengan sang istri.
“Awalnya WH merasa salah sama istrinya, pada hari itu, sebenarnya (WH) berkomunikasi baik dengan istrinya, keduanya bermaksud untuk memperbaiki (hubungan),” terang Joko.
Namun, ketika itu korban WH tidak pulang ke rumah, melainkan memilih untuk beristirahat di hotel di kawasan Setiabudi untuk sementara waktu.
“Sementara istirahat di situ (hotel) ditemani sang sopir. Sopir ini tentu tidak di kamar tapi (menunggu) di tempat parkir,” tambah Joko.
Selang beberapa waktu, istri korban curiga karena suaminya mengirim pesan berisi permintaan maaf melalui WhatsApp. Setelah itu, sang istri lalu mendatangi hotel untuk mencari tahu kondisi suaminya. Tak hanya itu, sopir yang berada di hotel pun dihubungi agar ikut mengecek keberadaan korban.
“Selanjutnya dicek, ternyata (ditemukan) meninggal dunia,” tukas Joko.
