Dari penyelidikan sementara, polisi mendapati pengakuan MY bahwa ia hanya iseng saat mengirim ancaman tersebut. Namun aparat asih melakukan pendalaman terhadap motif sebenarnya.
Ancaman teror ini sendiri dikirimkan saat para siswa tengah mengikuti upacara bendera pada Senin (13/7) pagi. Sekolah sempat diliputi ketegangan sebelum Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror menyisir lokasi dan memastikan tidak ada bahan peledak yang ditemukan di sana. (far)
