“Kita telah memperjuangkan bahwa PT PAL ini harus bisa dibesarkan. Karena ini adalah suatu industri maritim, karena kita negara maritim dan kita sangat membutuhkan banyak armada kapal. Maka kita akan fokus pada penggabungan PT PAL dengan Kojabari,” tegas Legislator Dapil Jawa Timur X tersebut.
Lebih lanjut, ia mengakui keterbatasan anggaran dan orientasi belanja masa lalu sempat menjadi kendala utama perkembangan industri maritim lokal, di mana pengadaan perlengkapan pertahanan laut kerap dilakukan dari luar negeri. Namun, dengan kebijakan pemerintah saat ini yang mewajibkan pembuatan kapal militer di galangan domestik, Komisi VI memberikan dukungan penuh agar PT PAL mampu memproduksi alutsista canggih seperti kapal selam hingga kapal frigat.
“Kemarin pemerintah belum memfokuskan diri untuk pesan peralatan pertahanan armada laut di dalam negeri. Tetapi pemerintahan Prabowo-Gibran ini sangat konsentrasi agar pembuatan armada kita harus di dalam negeri. Maka kita sangat mendukung sekali PAL untuk membuat peralatan kapal, baik itu kapal selam atau kapal frigat untuk diproduksi di dalam negeri,” jelasnya.
