Herdman juga mengakui Kamboja memiliki keuntungan karena sudah menjalani satu pertandingan sehingga ritme bermain mereka lebih terjaga. Namun, kondisi itu tidak mengubah pendekatan Timnas Indonesia yang tetap berpegang pada filosofi permainan sendiri.
Hal senada disampaikan kiper Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata. Ia menegaskan seluruh pemain tetap menghormati kekuatan Kamboja dan tidak akan meremehkan lawan hanya karena hasil pertandingan sebelumnya.
“Kami menyaksikan pertandingan Kamboja melawan Singapura, tetapi itu tidak membuat kami menganggap mereka sebagai tim yang mudah dikalahkan. Kami tetap fokus pada identitas permainan kami sendiri dan menjalankan instruksi pelatih,” ujar Nadeo.
Kiper Persija Jakarta itu juga menegaskan tekad skuad Garuda mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara ASEAN yang belum pernah dirasakan Indonesia selama tiga dekade keikutsertaan di turnamen tersebut.
“Selama 30 tahun mengikuti Piala AFF, Indonesia belum pernah menjadi juara. Tentu kami ingin mengakhiri penantian itu dan semoga bisa mewujudkannya pada edisi kali ini,” tegasnya.
