Sementara itu, operasi pencarian korban resmi dihentikan setelah tim gabungan berhasil menemukan korban terakhir yang sebelumnya tertimbun reruntuhan bangunan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian yang berlangsung selama beberapa jam.
Dengan ditemukannya korban terakhir, jumlah korban tewas dalam insiden tersebut bertambah menjadi tiga orang.
“Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi pencarian terhadap korban telah selesai,” kata Jean Calvijn.
Proses evakuasi melibatkan sekitar 400 personel gabungan yang terdiri atas Basarnas, Polrestabes Medan, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, BPBD, tenaga medis, serta relawan. Petugas harus menyingkirkan puing-puing bangunan secara manual dan menggunakan alat berat karena struktur rumah yang ambruk menyulitkan pencarian.
Ledakan yang terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB itu menghancurkan satu unit rumah mewah hingga rata dengan tanah dan sempat menggemparkan warga sekitar.
Dari total enam korban yang terdata, tiga orang dinyatakan meninggal dunia dan tiga lainnya berhasil diselamatkan. Korban meninggal terdiri atas istri pemilik rumah, seorang perempuan yang diduga merupakan asisten rumah tangga atau pengasuh anak, serta korban terakhir yang ditemukan di bawah reruntuhan.
