Ia mengatakan, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045. Target tersebut hanya dapat dicapai apabila didukung oleh sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Karena itu, pembangunan talenta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi transformasi ekonomi nasional.
Menurut Menkeu, pengembangan talenta harus dilakukan secara menyeluruh dengan mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) bersama ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui APBN Tahun Anggaran 2026 yang mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan, revitalisasi sekolah, mendukung Program Makan Bergizi Gratis, serta memperkuat pembiayaan beasiswa melalui LPDP. Pemerintah juga mengarahkan kebijakan beasiswa LPDP agar lebih fokus pada bidang-bidang prioritas, khususnya STEM dan berbagai sektor strategis yang mendukung transformasi ekonomi nasional.

