“Pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan ekosistem industri yang menjadikan talenta sebagai inti pembangunan. Karena itu, investasi pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama APBN,” tegas Menkeu.
Di sisi lain, Menkeu menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global, fundamental perekonomian Indonesia tetap terjaga. Kinerja pertumbuhan ekonomi, inflasi, defisit fiskal, dan rasio utang pemerintah berada pada level yang sehat sehingga memberikan ruang bagi APBN untuk terus menjalankan fungsinya sebagai shock absorber, menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mendukung agenda transformasi ekonomi.
Menutup paparannya, Menkeu menegaskan bahwa APBN bukan sekadar instrumen pengelolaan keuangan negara, melainkan investasi strategis untuk mencetak generasi unggul Indonesia. Dengan stabilitas ekonomi yang terjaga dan kualitas SDM yang terus ditingkatkan, pemerintah optimistis mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (ahmad)

