Aksi serupa juga dilaporkan terjadi di sebuah warung angkringan lain di sekitar lokasi. Warga menyebut kerusakan dapat dicegah setelah pemilik warung berusaha menghalau rombongan hingga akhirnya meninggalkan lokasi.
Menurut keterangan warga, kericuhan bermula saat rombongan konvoi melintas ketika warga dan para santri sedang memasang umbul-umbul untuk persiapan kegiatan Haul di salah satu pondok pesantren setempat. Situasi kemudian berubah menjadi bentrokan.
Salah seorang santri, Gibran Maulana, mengaku sepeda motor miliknya yang diparkir di bawah gapura desa dibakar saat dirinya menyelamatkan diri.
“Kami sedang memasang umbul-umbul bersama santri, tiba-tiba diserang. Kami lari menyelamatkan diri. Motor saya yang tertinggal kemudian dibakar hingga habis. Kasus ini sudah saya laporkan ke polisi,” katanya.
Melihat aksi tersebut, warga Desa Menduran melakukan perlawanan dan mengejar rombongan yang masuk ke kawasan permukiman. Sejumlah anggota rombongan yang tertinggal kemudian diamankan warga dan diserahkan kepada aparat kepolisian.
