“Sebelum terjadi ledakan keras, saya sempat melihat ada cahaya putih masuk ke dalam rumah. Setelah itu tiba-tiba ada suara ledakan dan bangunan langsung ambruk,” ujar Wiwi.
Tim Basarnas Medan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi menggunakan peralatan Urban Search and Rescue (USAR). Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan sebanyak 15 personel dikerahkan dalam operasi tersebut.
Tim dibagi menjadi tiga kelompok, yakni melakukan pencarian menggunakan drone thermal untuk mendeteksi korban di bawah reruntuhan, melakukan Area Search Rescue (ASR) melalui sektorisasi lokasi, serta membuka akses ke titik-titik prioritas menggunakan peralatan ekstrikasi.
“Dari data sementara, ada tujuh orang yang berada di lokasi saat kejadian. Empat orang berhasil selamat, sementara satu korban meninggal dunia telah ditemukan dan dua korban lainnya masih dalam pencarian,” kata Hery.
Korban yang ditemukan meninggal dunia telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk proses identifikasi.
