“Jadi mereka juga nggak ada upaya apa-apa, hanya dia langsung pergi. Dia juga nggak ada upaya untuk teriak, nggak ada upaya. Hanya dia karena ini pecah (bom molotov) membangunkan saya,” tukas Sulardi.
Ditambahkan dia, satu hari sebelum kejadian, tepatnya pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, rumahnya diduga sempat diintai oleh sejumlah orang tidak dikenal.
“Sekitar pukul 21.00 WIB. Nah, itu ada pihak, ada tiga orang atau berapa itu, berpura-pura beli jamu, ngobrol apa, ngobrol di belakang gerobak jamu itu dan menggunakan hp-nya itu komunikasi dengan siapa, mereka juga tidak menjelaskan,” bebernya.
Atas kejadian tidak mengenakkan dialami tersebut, Sulardi telah melaporkannya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Rabu pagi usai kejadian.
Sementara, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Saat ini masih dilakukan penyelidikan ya,” tutup Made singkat saat dikonfirmasi awak media. (Joesvicar Iqbal)

