“Yang dilakukan FIFA dengan sangat baik adalah menentukan seperti apa permintaannya, karena orang-orang membayar harga yang sangat mahal untuk hampir semua dari 104 pertandingan,” kata Scott Friedman.
“Setahun yang lalu, kami tidak menyangka orang-orang akan bepergian dengan membawa barang-barang ICE milik Trump dan semua teori konspirasi lainnya. Tapi ini adalah turnamen paling populer di dunia secara global. Sementara FIFA, patut dipuji, menetapkan harga yang tinggi, dan orang-orang akhirnya membayarnya,” imbuhnya.
Fakta menarik lainnya, tingginya harga tiket ternyata tak membuat penonton kapok datang ke stadion. Data yang dianalisis Reuters menunjukkan lebih dari separuh dari 72 pertandingan fase grup terisi penuh, sementara pertandingan lain rata-rata hanya kekurangan beberapa ratus kursi dari kapasitas maksimal.
FIFA bahkan mencatat okupansi kursi selama babak penyisihan grup mencapai 99,7 persen. Angka ini sekaligus menepis kekhawatiran yang sempat muncul di awal turnamen, saat sejumlah kursi kosong terpantau di Stadion Guadalajara pada laga Korea Selatan melawan Republik Ceko, 11 Juni lalu. (far)
