IPOL.ID – Luis de la Fuente baru saja menuliskan namanya sebagai arsitek juara dunia, setelah racikannya membawa Spanyol menundukkan Argentina 1-0 di final Piala Dunia 2026, New York-New Jersey Stadium, Senin (20/7) dini hari WIB.
Namun yang membuat pencapaiannya istimewa bukan cuma soal trofi, melainkan jejak karier De la Fuente yang jauh dari kata mentereng di level klub.
Sebelum menjadi pelatih timnas senior Spanyol, De la Fuente justru pernah dipecat usai cuma menangani 11 pertandingan bersama Deportivo Alaves di divisi ketiga Spanyol.
Jalan De la Fuente menuju status juara dunia justru dibangun dari bawah, lewat timnas kelompok umur. Sejak 2013, ia telaten menangani berbagai jenjang usia di timnas Spanyol.
Buahnya mulai terlihat pada 2015, saat ia membawa Spanyol U-19 menjuarai Kejuaraan Eropa U-19 UEFA. Empat tahun kemudian, giliran Spanyol U-21 yang ia antar meraih gelar Eropa U-21 UEFA 2019.
Rentetan prestasi junior itu jadi modal ketika ia akhirnya dipercaya menukangi tim senior pada akhir 2022. Hasilnya langsung terasa, mulai dari gelar UEFA Nations League 2022/2023, disusul Euro 2024, dan kini mahkota Piala Dunia 2026.
