Perjalanan De la Fuente ternyata memiliki banyak kesamaan dengan pelatih Argentina, Lionel Scaloni. Keduanya sama-sama membangun reputasi melalui tim nasional, bukan lewat karier di klub elite.
Sebelum menangani Argentina senior, Scaloni lebih dulu melatih tim U-20. Bersama Tim Tango, ia kemudian mencatat sederet prestasi, mulai dari Copa America 2021, Piala Dunia 2022, Finalissima 2022, hingga Copa America 2024.
Namun, dominasi Scaloni akhirnya terhenti setelah Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol di final Piala Dunia 2026.
Kesuksesan De la Fuente dan Scaloni menambah daftar pelatih juara dunia yang tidak dibentuk oleh karier klub elite.
Joachim Low, yang membawa Jerman juara dunia 2014, punya rekam jejak klub yang biasa-biasa saja. Dia sempat singgah di VfB Stuttgart, Fenerbahce, Karlsruher SC, Adanaspor, Tirol Innsbruck, hingga Austria Wien.
Franz Beckenbauer bahkan lebih unik. Legenda Jerman itu dipercaya menangani tim nasional Jerman Barat pada 1984 tanpa pengalaman sebagai pelatih.
