
Ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Pegadaian dalam mendukung agenda hilirisasi komoditas yang tertuang dalam program Asta Cita Pemerintah. Melalui pengembangan ekosistem bulion nasional, Pegadaian memastikan komoditas emas Indonesia tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah, melainkan bertransformasi menjadi produk bernilai yang mampu menggerakkan roda perekonomian domestik secara masif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.
“Kami terus berupaya untuk memberikan produk terbaik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Untuk itu kami menyediakan produk berbasis emas yang komprehensif, mulai dari Deposito Emas, Titipan Emas Korporasi, Pinjaman Modal Kerja Emas, hingga perdagangan emas. Kami juga menyediakan opsi investasi emas seperti cicil emas dan menabung emas yang dapat diakses langsung melalui aplikasi Tring!,” ujar Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), Selfie Dewiyanti.
Sebelumnya pada kuartal 1 Tahun 2026, PT Pegadaian berhasil membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan menorehkan kinerja positif hingga periode 30 April 2026. Melalui strategi bisnis yang adaptif dan ekspansi ekosistem emas yang agresif, Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4,38 Triliun, tumbuh 87,2% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 sebesar Rp 2,34 Triliun.

