“Saya begitu mendarat tadi, saya rasa sebagai seorang yang memang pecinta olahraga berkuda, saya sangat-sangat senang sekali bisa mendarat dan hadir di Sumba, ‘Pulau 1000 kuda’, di sini memang olahraga berkuda itu menjadi bagian dari budayanya,” jelas Marciano yang sempat menjadi joki kuda cilik.
Ketum KONI Pusat menyampaikan komitmen melestarikan dan mengembangkan budaya Pacu Kuda masyarakat setempat. “Kita harus jadikan kearifan lokal dalam Pacuan Kuda Tradisional ini menjadi satu objek wisata, dan maupun pembinaan olahraga berkuda,” lanjutnya.
Ketua Harian Federasi Nasional Pordasi Pacu Eddy Wijaya menegaskan komitmen dalam mengembangkan budaya lokal. “Sesuai pesan Bapak Ketum KONI Pusat pada tahun lalu di kantor beliau untuk memajukan Pacu Tradisional sehingga jangan hanya prestasi tetapi juga tradisional,” jelasnya.
“Tujuannya selain untuk memajukan Pacu Kuda adalah juga efek dominonya terhadap kemajuan UMKM, kemajuan pariwisata, dan kemajuan untuk semua potensi yang ada di sini,” lanjutnya.
