Ke depan, POJ akan menggelar program edukasi terintegrasi mengenai pentingnya investasi emas nasional yang menyasar langsung dua arah, yaitu kepada para mitra driver sebagai jaminan hari tua, serta para penumpang melalui aktivasi promosi digital di dalam armada.
Pada kesempatan yang sama, CEO PT Trans Optima Perkasa, Agung Beratha, memaparkan bahwa ceruk pasar penyewaan kendaraan bagi pekerja mandiri di sektor transportasi berbasis aplikasi masih menyimpan potensi pertumbuhan yang luar biasa besar. Meskipun baru berdiri selama dua tahun, TOP telah berhasil menyerap tenaga kerja mandiri hingga 1.400 mitra driver dengan jumlah armada yang setara di area Jabodetabek.
Dengan tambahan kerja sama dari POJ ini, total armada aktif yang dikelola oleh TOP kini melonjak tajam menjadi 1.650 unit.
“Di tengah situasi ekonomi global yang dinamis, semakin banyak masyarakat yang beralih menjadi pekerja mandiri. TOP hadir bukan sekadar menyewakan fisik mobil, melainkan memberikan paket solusi: kepastian unit yang prima, jaminan regulasi, dan kepastian pendapatan (income) bagi mitra. Mereka juga diuntungkan karena tidak perlu memikirkan biaya harian dan waktu untuk perawatan rutin kendaraan, semuanya di-manage oleh sistem kami,” ungkap Agung.

