Selain itu, untuk memotivasi para lifter(atlet angkat besi) yang berhasil meraih prestasi, PABSI juga memberikan penghargaan kategori lifter terbaik putra-putri di kelompok remaja dan yunior.
Menurut Sekjen PABSI, Djoko Pramono, ketentuan MAP diterapkan agar pelaksanaan kejurnas berlangsung kompetitif, dengan demikian daerah-daerah yang menjadi peserta diharapkan mengirim lifter-lifter terbaiknya, sesuai dengan regulasi perubahan kelas yang ditetapkan Federasi Angkat Besi Dunia(IWF).
“Diharapkan dari kejurnas ini akan muncul lifter-lifter muda potensial yang kelak bisa dipanggil ke Pelatnas. Sekaligus, sebagai ajang monitoring sejauh mana perkembangsn pembinaan para lifter remaja dan yunior di daerah-daerah saat ini. Jadi, mereka tidak asal mengirimkan sembarang lifter saja yang penting tampil di kejurnas,” tandas Djoko Pramono.
Adapun MAP yang diterapkan pada Kejurnas kali ini, di kelompok remaja putra, kelas 56kg(55kg untuk angkatan snatch dan 70kg clean and jerk), kelas 60kg(65kg snatch dan 80kg clean and jerk), kelas 65kg(75kg snatch dan 90kg clean and jerk), kelas 70kg(80kg snatch dan 100kg clean and jerk), serta kelas +70kg(85kg snatch dan 105kg clean and jerk).
