Video yang sebelumnya beredar luas memperlihatkan seorang petani diangkut menggunakan drone pertanian berukuran besar menuju area perkebunan. Tayangan itu memicu berbagai reaksi dari warganet karena dianggap membahayakan keselamatan.
Saat memberikan penjelasan, Budianto menegaskan bahwa video tersebut dibuat semata-mata untuk kebutuhan konten media sosial dan bukan bagian dari aktivitas operasional perusahaan.
Menurutnya, drone tersebut sebenarnya dirancang untuk mendukung pekerjaan di sektor pertanian, seperti menyemprot pestisida, pupuk cair, serta mengangkut pupuk, bibit, hingga hasil panen setelah dilakukan modifikasi. Drone itu memiliki kemampuan membawa beban hingga sekitar 150 kilogram.
Ia menambahkan, pemanfaatan drone bertujuan meningkatkan efisiensi pekerjaan di lahan yang sulit dijangkau sekaligus menarik minat generasi muda untuk terlibat di bidang pertanian.
Meski demikian, Budianto menegaskan penggunaan drone untuk mengangkut manusia tidak sesuai peruntukannya. Aksi tersebut, kata dia, hanya dilakukan karena rasa penasaran untuk menguji kemampuan angkut drone.
