Anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil Jaksel itu mencontohkan masih banyak warga yang belum memahami pemanfaatan biopori maupun sistem pengelolaan sampah organik. Karena itu, menurutnya, diperlukan pengawasan dan pendampingan secara berkelanjutan agar program tidak berhenti sebatas sosialisasi.
“Misalnya mereka membuat biopori, tapi apakah sudah dilakukan dengan benar? Biopori itu untuk apa? Sampahnya masuk tidak ke situ? Itu harus terus diawasi sampai warga benar-benar paham,” tuturnya.
Srikandi PDI Perjuangan itu juga meminta Dinas Lingkungan Hidup tidak bekerja sendiri. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas bank sampah, pelaku usaha, hingga berbagai elemen masyarakat sangat diperlukan agar edukasi pengelolaan sampah menjangkau seluruh warga. “Ini harus benar-benar dikeroyok bersama-sama sampai masyarakat paham,” ucapnya.
Selain edukasi, Yuke menekankan pentingnya penyediaan fasilitas pendukung. Ia meminta Pemprov DKI menyiapkan kantong sampah terpilah, tempat sampah, komposter, hingga sistem pengangkutan yang sesuai dengan skema pemilahan.

