Setelah dievakuasi, bayi langsung dibawa ke rumah Ketua RT sebelum akhirnya dilarikan ke Puskesmas Semin I untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari tenaga kesehatan, kondisi bayi dinyatakan sehat dan tidak mengalami gangguan yang membahayakan.
Sementara itu, Lurah Kemejing, Sugiyarto, mengatakan bayi tersebut ditemukan masih lengkap dengan ari-arinya sehingga diduga baru saja dilahirkan sebelum ditinggalkan.
“Kalau dilihat kondisinya, kemungkinan bayi yang dibuang baru dilahirkan,” ujar Sugiyarto saat dihubungi wartawan, Senin.
Ia menambahkan, bayi ditemukan di dalam tas yang diletakkan di bawah rumpun bambu saat Sutinem sedang menyapu halaman belakang rumahnya sekitar pukul 05.30 WIB.
Sugiyarto juga mengungkapkan adanya kejadian yang dinilai cukup janggal sebelum penemuan bayi tersebut. Menurutnya, saksi sempat mendengar suara ketukan di rumah sekitar pukul 02.00 WIB. Namun karena merasa takut, pintu rumah tidak dibuka.
“Jadi sebelum penemuan bayi itu, ada suara ketukan di rumah saksi sekitar jam 02.00 WIB, karena takut tidak dibuka,” ucapnya.
