IPOL.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah. Menurutnya, fungsi masjid perlu terus diperluas agar memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sosial, kemanusiaan, hingga pembangunan bangsa.
Pernyataan itu disampaikan Menag dalam kegiatan Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (2/8/2026), yang dihadiri sekitar 20.000 jamaah.
“Bukan umat yang memberdayakan masjid tapi masjid yang memberdayakan umat,” ujarnya.
Menurut Menag, transformasi fungsi masjid telah mulai berjalan di Indonesia. Ia mencontohkan ribuan masjid yang dimanfaatkan sebagai posko pelayanan masyarakat selama arus mudik.
“Mari kita fungsikan masjid-masjid di indonesia sebagai contoh. Sekarang masjid memiliki fungsi baru yaitu posko mudik, 6000an masjid menjadi posko mudik.”
Ia mengatakan, perluasan fungsi tersebut sejalan dengan teladan yang dicontohkan pada masa Rasulullah SAW, ketika masjid menjadi pusat penyelenggaraan berbagai urusan masyarakat dan pemerintahan.
