IPOL.ID – Presiden Prabowo Subianto mendorong pemanfaatan teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendukung penanganan sampah nasional.
Pada kesempatan yang sama, Presiden juga meminta BRIN terus mengembangkan berbagai teknologi strategis, termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), guna memperkuat kemandirian energi dan mendukung program prioritas nasional.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, arahan tersebut diterimanya saat Presiden meninjau pameran inovasi dan teknologi BRIN di Istana Kepresidenan, Kamis (6/8).
Di samping itu, sebanyak 150 periset BRIN ikut berdialog dan memamerkan berbagai inovasi di bidang pengelolaan sampah, energi, dirgantara dan antariksa, pertahanan dan keamanan, nuklir, pangan, warisan budaya, hingga pendidikan.
Arif menyampaikan, Presiden mengapresiasi berbagai terobosan yang telah dihasilkan BRIN dalam menjawab persoalan strategis bangsa. Dalam kesempatan ini, para periset juga mendapat kesempatan untuk berdialog langsung dengan Presiden mengenai kontribusi riset terhadap pembangunan nasional.
“Bapak Presiden menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi BRIN. Beliau menaruh perhatian besar pada teknologi pengelolaan sampah, mulai dari skala rumah tangga hingga pengolahan sampah skala besar. Menurut beliau, lingkungan yang bersih sangat penting untuk mewujudkan kota dan desa yang sehat sekaligus mendukung sektor pariwisata,” kata Arif kepada awak media.
Ia menyebuet, salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) berbasis Metal Organic Framework (MOF) yang dikembangkan BRIN bersama mitra internasional untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan gas alam domestik sebagai alternatif pengganti LPG impor. Riset tersebut masih dalam tahap pengembangan dan berpotensi mendukung efisiensi energi nasional.
“Bapak Presiden meminta BRIN terus mengkaji berbagai upaya mencapai kedaulatan energi. Menghadapi dinamika geopolitik global, resiliensi bangsa hanya bisa diperkuat melalui terobosan teknologi,” ujar Arif.
Arif menambahkan, Presiden juga mencermati berbagai inovasi lain, antara lain genteng ramah lingkungan berbahan limbah biomassa, rumah tahan gempa, serta pengembangan pesawat amfibi N-219 untuk meningkatkan konektivitas antarpulau. Presiden juga meminta BRIN mengkaji secara komprehensif berbagai kebijakan energi, termasuk implementasi biodiesel dan bioetanol, agar Indonesia semakin mandiri di sektor energi.
“Pak Presiden menegaskan bahwa penguasaan teknologi adalah soal martabat bangsa. Beliau juga terus menyemangati para periset BRIN untuk tetap bekerja keras dan sabar menghasilkan inovasi yang mampu memperkuat daya saing Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Kehadiran 150 periset BRIN di Istana hari ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional,” jelasnya. (ahmad)
