Polisi kemudian menggali keterangan dari petugas yang menjadi korban, pengelola SPBU, hingga pihak keluarga JHS. Dari penelusuran tersebut, identitas pria dalam rekaman CCTV akhirnya berhasil diketahui.
“JHS kami diamankan di Karawang,” sebutnya.
Saat diperiksa, JHS mengakui bahwa pria yang berada dalam rekaman CCTV tersebut memang dirinya. Ia juga menyatakan bersedia meminta maaf kepada pihak SPBU.
Ketika ditanya alasan memaksa petugas, JHS mengaku sedang dalam kondisi mabuk saat kejadian.
“Iya itu saya, saya kemarin karena mabuk,” jawabnya.
Polisi kini masih mendalami sejauh mana tindakan JHS bisa dijerat secara hukum, termasuk kemungkinan pasal pemerasan. (far)
