Kasat Reskrim Polres Bombana, Iptu Cevin Thimorut Beryan Djari, mengatakan korban yang berada di dalam rumah tidak dapat diselamatkan karena api sudah terlanjur membesar.
“Suaminya, Murdasing, tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya bisa mendengar teriakan istri dan anak-anaknya saat terbakar di dalam rumah dan tidak dapat lagi diselamatkan,” ujar Cevin dalam keterangan resminya, Kamis.
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian bersama warga mendatangi lokasi untuk mengevakuasi para korban sekaligus memadamkan sisa api. Seluruh korban kemudian dievakuasi dari puing-puing rumah yang hangus terbakar.
“Dari data kami, tercatat korban meninggal dunia sebanyak lima orang, sedangkan tiga lainnya selamat,” kata Cevin.
Lima korban meninggal dunia masing-masing Hasna (38), Hasriani (12), Karina (9), Nur Aisya, dan Wardah (2). Sementara korban selamat adalah Murdasing (61), anak pertamanya berinisial S (24), serta Arfan (30).
Peristiwa ini turut menjadi perhatian publik setelah informasi dan video kebakaran diunggah oleh akun media sosial Kendari Info. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.(Vinolla)
