Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: 5 Juni, AS Masuk Kondisi Gagal Bayar Jika Plafon Utang Tak Dinaikkan
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Internasional > 5 Juni, AS Masuk Kondisi Gagal Bayar Jika Plafon Utang Tak Dinaikkan
Internasional

5 Juni, AS Masuk Kondisi Gagal Bayar Jika Plafon Utang Tak Dinaikkan

Farih
Farih Published 27 May 2023, 18:44
Share
4 Min Read
dolar
Selembar uang kertas $100 di Marple Township, 14 Juli 2022. AS di ambang resesi jika negosiasi plafon utang pemerintah tak kunjung membuahkan hasil pada tenggat 5 Juni 2023. Foto: Matt Slocum/AP Photo
SHARE

IPOL.ID – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan, Jumat (26/5), bahwa pemerintah akan kehabisan dana untuk membayar pengeluaran pada 5 Juni yang berpotensi memicu kondisi gagal bayar. Bencana gagal bayar bisa dihindari jika Kongres sepakat menaikan plafon utang yang saat ini mencapai $31,4 triliun.

Pengumuman Yellen itu memberi sedikit tambahan waktu bagi Presiden Joe Biden yang diusung oleh Partai Demokrat dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kevin McCarthy dari Partai Republik untuk mencapai kesepakatan kenaikan plafon utang. Sebelumnya, Departemen Keuangan mengatakan kesepakatan plafon utang harus sudah dicapai paling tidak 1 Juni.

Patrick McHendry, salah satu juru runding Partai Republik, mengatakan mereka bisa memenuhi tenggat 5 Juni.

“Kami belum selesai, tapi kami dalam kondisi bisa memenuhi (tenggat) ini dan kami harus menghasilkan ketentuan-ketentuan yang berat,” kata McHendry kepada para wartawan seperti dilansir oleh Reuters dikutip VOA Indonesia.

Baca Juga

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
AS Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran
Drone Iran Hujani Kapal AS Usai Kapalnya Disita di Teluk Oman
Iran Belum Setujui Putaran Perundingan Selanjutnya dengan AS

Gedung Putih tidak mengeluarkan pernyataan mengenai pembicaraan tersebut. Namun, seorang pejabat administrasi yang memberi pengarahan kepada mereka mengatakan bahwa pembicaraan tentang plafon utang itu bisa berlanjut hingga akhir pekan.

Kedua belah pihak tampaknya hampir mencapai kesepakatan untuk menaikkan plafon utang yang akan berlaku selama dua tahun. Namun, mereka masih belum sepakat mengenai apakah akan memberlakukan persyaratan kerja yang lebih ketat untuk beberapa program penanggulangan kemiskinan.

Apapun kesepakatan yang dicapai harus disetujui oleh DPR yang dikuasai oleh Partai Republik dan oleh Senat yang dikuasai oleh Partai Demokrat sebelum Biden mengesahkannya. Proses tersebut bisa memakan waktu lebih dari seminggu.

Para juru runding untuk sementara sudah mencapai kesepakatan yang akan membatasi pengeluaran untuk banyak program-program pemerintah tahun depan, menurut seorang pejabat AS.

Program-program jaring pengaman sosial masih menjadi isu yang diperdebatkan. Pemimpin juru runding Partai Republik, Garret Graves, mengatakan pihaknya tidak akan menghapus tuntutan bahwa mereka mensyaratkan lebih banyak peserta program jaring pengaman sosial yang memiliki pekerjaan.

“Tidak. Tidak akan terjadi,” kata Graves kepada para wartawan.

Biden dan para politisi Demokrat menolak usulan dari Partai Republik mengenai persyaratan sejumlah program jaring pengaman sosial.

Partai Republik mengusulkan orang-orang dewasa berusia di bawah usia 56 tahun yang tidak memiliki anak untuk menunjukkan bukti bahwa mereka bekerja atau sedang mencari kerja jika ingin masuk program asuransi kesehatan Medicaid dan program bantuan pangan SNAP.

Usulan Partai Republik itu akan mensyaratkan lebih banyak peserta program-program itu untuk menunjukkan bahwa mereka bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Usulan itu bisa menghemat $120 miliar selama 10 tahun, tetapi akan akibatkan lebih dari satu juta warga AS tidak mendapat jaminan sosial dari program-program tersebut.

Medicaid dan SNAP sudah mengurangi pengeluaran dalam beberapa bulan terakhir setelah berkembang secara dramatis saat pandemic COVID-19. Biden, khususnya, menolak persyaratan pekerjaan untuk Medicaid yang mencakup 85 juta warga AS per Januari.

Harapan Investor

Kegagalan Kongres untuk menaikkan plafon utang sebelum 5 Juni bisa memicu kondisi gagal bayar yang mengguncang pasar keuangan dan menjerumuskan AS ke jurang resesi yang dalam.

Indeks-indeks saham utama Wall Street menguat pada Jumat (26/5) ditopang harapan para investors terkait kemajuan dalam negosiasi plafon utang. Perpanjangan selama dua tahun artinya Kongres tidak perlu membahas plafon utang lagi sampai sesudah pemilihan presiden 2024.

Sejumlah lembaga pemeringkat utang mengatakan mereka sedang mengkaji kemungkinan menurunkan peringkat utang AS. Hal itu akan menaikkan biaya-biaya peminjaman dan melemahkan posisi AS sebagai tulang punggung sistem keuangan global.

Kemacetan negosiasi plafon utang pernah juga terjadi pada 2011 yang mendorong Standard & Poor’s untuk menurunkan peringkat utang AS.

Sebagian besar legislator sudah meninggalkan Washington untuk liburan Memorial Day, tetapi para pemimpin partai mengatakan mereka harus siap kembali untuk pemungutan suara jika tercapai kesepakatan. (VOA Indonesia/Far)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Amerika Serikat, AS, gagal bayar, plafon utang
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article risma1 Risma Kembali Tegaskan Dukung KPK Usut Dugaan Korupsi Bansos di Kemensos
Next Article Ilustrasi uang FotoShutterstock Awasi Sumbangan Gelap, KPU Minta Parpol Buat Rekening Khusus Dana Kampanye

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260522 WA0042
HeadlineJabodetabek

Viral Penumpang JakLingko Ditampar dan Ditendang OTK di Ulujami, Pelaku Diduga ODGJ

Ekonomi
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Telkomsel Perkuat Coverage Pekerja Informal melalui “Jamsostek Poin”
22 May 2026, 21:01
Ekonomi
Apresiasi Kesetiaan Nasabah, Bank Artha Graha Internasional Gelar Pengundian BAGI HOKI Periode I
22 May 2026, 16:40
Telkom
Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Iduladha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat
22 May 2026, 20:26
Politik
Soal Pergeseran Anggaran di LH, Ketua Komisi D: Bukan Menolak, Tapi Harus Sesuai Prosedur
22 May 2026, 11:39
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?