Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Pasca Banjir Demak, Pemerintah Antisipasi Wabah Penyakit dengan Fogging dan Dekontaminasi
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nusantara > Pasca Banjir Demak, Pemerintah Antisipasi Wabah Penyakit dengan Fogging dan Dekontaminasi
Nusantara

Pasca Banjir Demak, Pemerintah Antisipasi Wabah Penyakit dengan Fogging dan Dekontaminasi

Farih
Farih Published 27 Feb 2024, 23:00
Share
3 Min Read
4c2d1295 d508 4368 874e df43040448b3
Sejumlah petugas bersama warga melakukan fogging di saluran drainase dan lingkungan permukiman warga di Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (26/2). Foto: BNPB
SHARE

IPOL.ID – Pascabencana banjir Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tim gabungan penanganan darurat terus melakukan upaya percepatan pemulihan lingkungan. Salah satunya melalui pengasapan atau fogging menyasar permukiman warga terdampak.

Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Tri Handayani mengatakan, kegiatan pengasapan dilakukan sejak Sabtu (24/2) lalu, mengantisipasi penyebaran wabah penyakit pascabanjir. Rencananya, pengasapan bakal dilaksanakan di 18 desa terdampak.

“Kami bagi satu hari itu empat tim untuk melakukan fogging di satu desa. Sejak hari Sabtu (24/2) hingga Senin (26/2) sudah dilakukan fogging di lima desa, diantaranya di Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar dan targetnya sama dengan dekontaminasi yaitu sebanyak 18 desa,” terang Tri pada awak media, Selasa (27/2).

Dia menjelaskan, selain pengasapan, kegiatan dekontaminasi dengan penyemprotan desinfektan sebelumnya telah dilakukan. Dekontaminasi merupakan upaya mengurangi dan menghilangkan kontaminasi mikroorganisme.

Antara lain, pada ruang, lingkungan, bahan, dan peralatan melalui aktivitas disinfeksi atau upaya mengurangi dan menghilangkan jumlah mikroorganisme pathogen, penyebab penyakit dengan cara fisik dan kimiawi.

Menurut Tri, dua kegiatan itu sekarang menjadi fokus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Demak. Mengingat pascabanjir potensi penularan wabah penyakit menjadi rentan terjadi, dipicu terkontaminasinya permukiman warga dengan sampah banjir.

“Karena memang semua isi rumah jadi sampah tidak ada yang kepakai, di rumah juga isinya lumpur sehingga dekontaminasi dan pengasapan ini penting. Tahapannya memang idealnya sampah (di lingkungan) dibersihkan dahulu, kemudian kita desinfektan baru fogging untuk saat ini dekontaminasi sudah, tinggal fogging kita kejar,” beber Tri.

Sebelumnya juga disampaikan pemulihan lingkungan terus didorong pemerintah pusat dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui pendampingan Posko Terpadu Penanganan Darurat Banjir Demak.

Pemulihan lingkungan ini jadi salah satu tahapan menuju masa transisi dari darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Pada Senin (26/2), berdasar pantauan petugas di lapangan, banjir menyisakan genangan di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar sudah surut.

Selain itu, merujuk Laporan Situasi Terkini Penanganan Darurat Banjir Demak, per Senin (26/2) menunjukkan empat kecamatan yaitu Kecamatan Karanganyar, Gajah, Demak, dan Mijen sudah tidak ada pengungsi.

“Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus mendorong percepatan pemulihan lingkungan pascabanjir menerjang Kabupaten Demak. Hal itu merupakan upaya sebelum memasuki masa transisi dari darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi,” tutup Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. (Joesvicar Iqbal)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: banjir demak, fogging
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja di salah satu acara.(foto dok Bawaslu) Bawaslu Terima 1.271 Laporan dan 650 Temuan Pelanggaran Selama Pemilu 2024
Next Article Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri. Foto: ipol.id Kalah Praperadilan, KPK Pertimbangkan Langkah Hukum Terkait Kasus Suap Helmut Hermawan

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260524 WA0088
HeadlineNews

Ramalan Zodiak Pekan Ini 24–31 Mei 2026: Ada Kabar Mengejutkan soal Cinta dan Rezeki

Olahraga
Bintang Muda Sepak Bola Putri Bersinar dari Dua Kota Kudus & Malang
24 May 2026, 19:04
Jakarta RayaNasional
BPJS Kesehatan DKI Jakarta Gelar Fun Walk di CFD Sudirman-Thamrin
24 May 2026, 19:16
Headline
Kepala BP BUMN Tegur Keras PTPN Terkait Kriminalisasi Kakek Mujiran di Lampung
24 May 2026, 17:01
Olahraga
DETEC International Junior Championship kembali digelar di Sukoharjo
24 May 2026, 23:25
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?