IPOL.ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengakui usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) memiliki peranan yang sangat penting. Namun perannya kurang termaksimalkan karena terganjal akses pembiayaan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, UMKM telah banyak berkontribusi terhadap Produk Domestin Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Ini turut mempengaruhi basis perpajakan di Tanah Air.
Menkeu menyebut, sebanyak 29,2 juta orang belum mampu mengakses pembiayaan. Sebaliknya, sebanyak 121,7 orang telah berhasil menerima pembiayaan baik melalui KUR, BPR, Lembaga Keuangan Khusus, BLU Pengelolaan Dana, serta P2P lending dari berbagai institusi lain.
“29,2 juta orang tidak mampu mengakses pembiayaan. Ini lebih karena akses itu adalah constrain atau masalah affordability. Ini dua hal yang saya harapkan BRI (dapat) melakukan penetrasi hingga ke akar rumput melalui BRILlink agent,” ungkap Menteri Keuangan dalam BRI Microfinance Outlook 2024, mengutip Jumat (8/3/2024).

